smansiwalima.sch.id

G. Molle, S.Pd - Guru Duta Rumah Belajar Maluku 2018

  • 15 Nov 2018 16:30

Duta rumah belajar merupakan perpanjaangan tangan dari pusat Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusttekom) Kemdikbud, dalam melakukan sosialisasi pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informais dan komunikasi (TIK) di masing - masing provinsinya. Pemilihan duta rumah belajar dimulai dari tahun 2017.

Keuntungan Menjadi Duta Rumah Belajar, sebagai berikut:

·       Berkesempatan mengikuti bimbingan teknis pengembangan bahan ajar berbasis TIK baik di pusat           maupun daerah

·       Berkesempatan dilibatkan pada kegiatan Pustekkom baik di pusat maupun daerah

·       Bertemu dan bertukar wawasan dengan guru-guru dari seluruh Provinsi di Indonesia

·       Mendapatkan segudang pengalaman dalam memajukan pendidikan di Indonesia melalui TIK

Menjadi Duta RumahBelajar, harus melewati tahap pemilihan secara online pada aplikasi SimpaTIK (simpatik.belajar.kemdikbud.go.id) melalui program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) yang meliputi:

1. Bimtek Daring Level 1 tentang literasi TIK. Peserta download modul dan pembelajaran mandiri,        kemudian mengikuti ujian online. Apabila lulus, maka peserta mendapat sertifikat dan melanjutkan ke level 2.

2. Bimtek Daring level 2 tentang implementasi TIK dalam pembelajaran. Peserta membuat RPP dan video pembelajaran yang memanfaatkan RumahBelajar. Apabila lulus, maka peserta mendapat sertifikat dan melanjutkan ke level 3.

3. Bimtek tatap muka level 3 tentang kreasi TIK. Sebanyak 30 peserta yang terpilih pada level 2 mengikuti bimtek tatap muka di tingkat provinsi. Pada kegiatan ini, kami dilatih membuat naskah video pembelajaran dan memproduksinya.

Singkat cerita, saya pun mengikuti tahap pemilihan dan berhasil sampai ke level 3. Namun, syarat berikutnya untuk menjadi Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku tahun 2018, kompetisi antar peserta yaitu harus mensosialisasikan pemanfaatan Rumah Belajar kepada guru-guru dan terdaftar pada aplikasi SimpaTIK dan memanfaatkan fitur kelas maya dalam pembelajaran di kelas. Waktu yang diberi kepada kami hanya 10 hari.

Dibenak saya, terlintas pemikiran bahwa saya harus memanfaatkan waktu yang pendek ini untuk dapat melakukan  yang terbaik dalam sosialisasi Rumah Belajar maupun pemanfaatan kelas maya dalam pembelajaran.

Sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar kepada guru. Selain sekolah tempat saya bertugas yaitu SMA Negeri Siwalima Ambon, saya juga mensosialisasikan Rumah Belajar di sekolah lain. Untuk sosialisasi di sekolah lain, saya mulai dengan melakukan kunjungan dan koordinasi dengan kepala sekolah.

Sekolah-sekolah yang saya kunjungi belum pernah mengenal tentang portal Rumah Belajar. Saya bertemu dengan kepala sekolah, memberi brosur dan menyampaikan tujuan untuk mensosialisasikan Rumah Belajar kepada guru. Saya disambut baik oleh semua kepala sekolah dan ditetapkan waktu untuk sosialisasi.

Sayapun kembali ke sekolah yang telah disetujui oleh kepala sekolah sesuai waktu yang ditetapkan untuk mensosialisasikan Rumah Belajar kepada guru.

Kegiatan sosialisasi dimulai dari pengenalan dan caramendaftar di RumahBelajar (http://belajar.kemdikbud.go.id), sertafitur-fitur yang ada didalamnya, yaitu:

1. Fitur utama:

   Sumber belajar, buku sekolah elektronik (bse), peta budaya, wahana jelajah angkasa, bank soal,                laboratorium maya, pengembangan keprofesian berkelanjutan (pkb) dan kelas maya.

2. Fitur pendukung:

    Karya komunitas, karya guru dan karya bahasa dan sastra.

3. Link lainnya:

 Suara edukasi, tv edukasi, radio edukasi, anugerah Kihajar, m-edukasi, klub pompi, KBBI, balai       pelestarian cagar budaya dan museum nasional Indonesia.

Kesandaran guru-guru yang mengikuti sosialisasi, yaitu Rumah Belajar merupakan media pembelajaran yang menarik dan dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, serta tidak berbayar (gratis). Hanya bermodalkan laptop atau handphone android dan jaringan internet. Pembelajaran pun dapat dilakukan dimana saja dan kapansaja.

Sekolah yang sudah tersosialisasi Rumah Belajar antara lain:

1.         SD Negeri 1 Poka

2.         SD Kristen Nania

3.         SD Inpres 28 Ambon

4.         SMP Negeri 7 Ambon

5.         SMP Negeri 13 Ambon

6.         MTS Al-Muhajirin

7.         SMA NegeriSiwalima Ambon

8.         SMK Pertanian Pembangunan Provinsi Maluku

Sosialisasi tidak hanya secara tatap muka, tetapi juga melalui media online sepert iwhatsapp dan facebook. Sedangkan pemanfaatan kelas maya dalam pembelajaran, saya membuat kelas maya untuk kelas X.MIPA 1 – X.MIPA 4 mata pelajaran kimia. Kesan dari peserta didik yaitu mereka sangat senang dengan kelas maya karena proses belajar dapat dilakukan tanpa tatap muka dengan guru, pengumpulan tugas tidak melalui guru tetapi dapat lewat aplikasi dan pelaksanaan tes online juga dapat dilakuakn kapan saja.

Dari hasil pemilihan oleh dewan juri Pustekkom pada tanggal 3 Oktober, dinyatakan saya sebagai Duta Rumah Belajar Maluku tahun 2018 dan berkesempatan untuk mengikuti lokakarya TIK pada tanggal 10 – 13 Oktober 2018 di Hotel Sultan-Jakarta bersama 33 Duta Rumah Belajar dari Provinsi lain. Pada kegiatan lokakarya, saya dapat berbagi pengalaman dengan Duta lainnya dan menambah pengetahuan tentang pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.